Kabarskynews - Sekitar 150 pengembang tehnologi bersaing Hackathon Pandai 1.0 yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan startup tehnologi ritel Warung Pandai.
Arena yang diselenggarakan saat dua hari Jumat (29/3/2019) sampai Sabtu (30/3/2019)ini, untuk mencari juara yang pas dalam memberi jalan keluar serta mengakselerasi kapasitas UMKM serta pariwisata di Banyuwangi itu.
"Hackathon ini jika di pemerintahan seperti Musyawarah Rencana Pembangunan atau Musrenbang. Ini Musrenbang style baru. Kita ajak anak-anak muda urun jalan keluar melalui tehnologi, apa sich yang mereka menawarkan serta targetkan untuk tingkatkan kapasitas pariwisata serta usaha mikro, kecil, menengah (UMKM)," tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada detikcom, Jumat
Menurut Anas, arena ini ialah bentuk pemerintahan kolaboratif. Di masa sekarang ini, tidak dapat kembali pemerintah daerah terasa sok pandai. Jadi yang perlu dikerjakan kerjasama.
"Kita akan membuat hackathon seri selanjutnya. Saat ini UMKM serta pariwisata, kelak ada Hackathon Service Publik, mencari inspirasi fresh service masyarakat. Pula membuat Hackathon Biaya Publik untuk mencari terobosan pengendalian APBD yang semakin akuntabel," tuturnya.
Di dunia tehnologi, hackathon ialah arena peningkatan tehnologi untuk arah tersendiri. Di arena Hackathon Banyuwangi ini, beberapa peningkatan piranti lunak serta piranti keras bekerjasama, mulai pemrogram computer, desainer grafis, sampai desainer antarmuka, untuk membuat tehnologi buat peningkatan UMKM serta wisata.
Anas menjelaskan, 150 peserta itu terhimpun dalam 50 team. "Kami pilih tiga pemenang yang tawarkan jalan keluar sangat pas untuk UMKM serta pariwisata. Hadiahnya Rp30 juta," paparnya.
Arena ini diterima ketertarikan beberapa milenial pengembang tehnologi dari beberapa daerah. Seperti Surabaya, Bali, Jember, Banten, Malang, Bandung, serta Balikpapan.
