Newsindonesiaku99 - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menjelaskan bangsa Indonesia mempunyai pengalaman panjang dalam berdemokrasi. Menurut dia, dahulu ada asumsi jika Presiden Soeharto jatuh, bangsa ini akan bubar.
Kecemasan sama pun berlangsung pada Pemilu 1999 serta waktu peralihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid ke Megawati. Akan tetapi ketakutan akan berlangsungnya perpecahan pada peristiwa-peristiwa besar itu semua tidak berlangsung.
"Jadi tidak benar jika peralihan kekuasaan akan mengakibatkan perpecahan," tutur HNW dalam info tercatat
Hal itu dikatakan di depan beberapa puluh wartawan dalam Diskusi Empat Pilar bertopik 'Konsolidasi Nasional untuk Pemilu Damai' yang diselenggarakan di press room gedung Nusantara III, kompleks MPR/DPR/DPD, Jakarta, ini hari.
Karena itu, dia minta semua pihak tidak jadi besar ketakutan jika dalam Pemilu 2019 akan berlangsung beberapa hal yang tidak diharapkan. Buat HNW, pemilu ialah momen yang teratur berlangsung tiap-tiap 5 tahun serta adalah perihal yang biasa.
Pada Pemilu 2019, dia juga mengharap semua penduduk tidak pesimistis. Kontestasi yang berlangsung tahun ini dimaksud akan mendewasakan rakyat Indonesia.
"Karena itu kita mesti berkontestasi dengan baik. Telah demikian pemilu semestinya akan jadikan kita makin baik," katanya
HNW pun menjelaskan pemilu memiliki referensi yang kuat. Dengan basic hukum yang kuat, sambungnya, semestinya beberapa masalah yang ada telah tuntas. Dia juga setuju pada Pemilu 2019 mesti terbentuk situasi damai. "Ada pada UUD NRI Tahun 1945," ucapnya.
Dia pun menyatakan, untuk membuat situasi yang damai, bukan sekedar diutamakan pada peserta pemilu, parpol, serta capres-cawapres, tetapi beberapa pihak lainnya pun diinginkan lakukan hal sama.
"Bisa saja yang mendatangkan situasi tidak damai bukan peserta pemilu, akan tetapi pihak ke-3," sambungnya.
Untuk membuat situasi damai, HNW mengharap supaya mass media tidak jadi timses salah satunya pihak peserta pemilu. Jika ini berlangsung, sambungnya, di kuatirkan mass media akan menulis berita tidak sama dengan bukti.
Dia tidak cuma minta mass media laku adil, aparat keamanan sebagai sisi dari pemerintahan pun diinginkan lakukan perihal sama, yaitu adil. Jika adil, salah satunya azas pemilu, yaitu Luber Jurdil terbentuk, pemilu damai yang diharapkan akan terwujud.
