• Breaking News

    Kabarskynews Ialah Situs Kumpulan Berita Terupdate, Terkini Dan Terpercaya

    Thursday, February 14, 2019

    Amer Khayat Terancam Dihukum Mati di Lebanon Ketika Ingin Bertemu Dengan Putrinya


    Kabarskynews - Seseorang pria Australia yang terancam hukuman mati di Lebanon atas pendapat gagasan untuk meledakkan satu pesawat penumpang sudah minta pengadilan militer untuk membebaskannya. Dia mengakui beberapa penyelidik sudah memaksanya untuk di tandatangani pernyataan palsu. 

    Amer Khayat diinterogasi atas satu pengakuan dengan tanda-tangan dianya yang menjelaskan dia paham ia membawa bahan peledak yang disembunyikan di boneka Barbie yang akan diledakkan 20 menit mendekati penerbangan Etihad pada Juli 2017. 

    "Itu penipuan," tuturnya pada pengadilan. 

    "Mereka memberitahu saya, 'Ceritakan kisahmu pada kami. Itu tidak benar." 

    Khayat meminta pada majelis hakim pengadilan militer Lebanon untuk menyetujui permohonannya. 

    Khayat sudah ditahan semenjak Agustus 2017 sesaat otoritas di Lebanon lakukan penyidikan atas dianya. 

    "Apa Anda ingin saya bunuh diri di penjara?" ia berteriak di ruangan sidang. 

    "Saya miliki dua anak wanita. Saya belumlah lihat mereka saat dua tahun. Saya jadi hilang ingatan." 

    Kepolisian Federal Australia (AFP) menuduh dua bom itu disembunyikan di bagasi Khayat oleh saudara-saudaranya sekejap sebelum dia naik ke penerbangan Etihad dari Sydney ke Abu Dhabi pada Juli 2017. 


    AFP menjelaskan, Khayat tidak paham apa-apa mengenai bom itu, yang disangka disembunyikan di alat penggiling daging serta boneka Barbie, serta dipindahkan dari kopernya di menit paling akhir oleh saudara-saudaranya karena tasnya melewati jatah bagasi Etihad. 

    Saudara-saudaranya, Khaled serta Mahmoud Khayat, pun masyarakat negara Australia. Mereka mengakui tidak bersalah di Mahkamah Agung NSW atas dakwaan berencana serangan teroris. 

    AFP tidak bisa memberi pertolongan Khaled Khayat serta Mahmoud KhayatKhaledKhayat (kiri) danMahmoudKhayat diamankan polisi dalam operasi kontra terorisme di Sydney pada Juli 2017. 
    Supplied 

    Di pengadilan Beirut, Amer Khayat menanyakan penahanannya yang berkepanjangan. 

    "Bila polisi [di Australia] menjelaskan saya tidak ada hubungan dengan [bom] ini, bagaimana Anda dapat menjelaskan di sini jika saya ada hubungan dengan masalah ini?" ia berkata. 

    Kepala pengadilan, Brigadir Jenderal Hussein Abdallah, menjelaskan Lebanon sudah berkali-kali minta info pada Australia mengenai masalah itu. 

    "Kami tidak mendapatkan info apapun dari pihak berkuasa Australia, mereka tidak ingin bekerja bersama," tuturnya. 

    Pengacara Amer Khayat, Joceline Adib Al-Rahi, menjelaskan pada pengadilan: "Australia akan tidak memberi info apa pun sebab Beirut memilik ketentuan hukuman mati. Anda ketahui ini." 

    AFP dihindari memberi pertolongan dalam beberapa kasus hukum internasional yang bisa menyebabkan hukuman mati. 

    Jenderal Abdallah menanyai Amer Khayat mengenai pendapat penerimaan yang dikerjakan oleh saudara lelaki lainnya, pejuang Negara Islam (IS) Tarek Khayat - yang diamankan di Suriah pada Desember 2018 serta dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Irak sebab peranannya dengan grup ekstremis. 

    Jenderal Abdallah menjelaskan Tarek Khayat menjelaskan pada beberapa interogator jika gagasan pemboman itu datang dari ISIS di Suriah. 

    khayat bersaudara saat masih tetap kecilkhayat bersaudara sewaktu kanak-kanak: kiri ke kananFadi,Amer,Tarek, Iman danWaled. 
    Supplied 

    Tarek Khayat mengakui sudah mengontak ahli bahan peledak ISIS dengan saudaranya, Khaled, di Sydney. Tarek menjelaskan bahan peledak itu di kirim ke Khaled, yang akan memutuskan mereka mesti disembunyikan di alat penggiling daging supaya bisa diselundupkan ke pesawat, kata Jenderal Abdallah. 

    Jenderal Abdallah menanyakan pada Amer Khayat mengenai hari mereka lakukan penerbangan Etihad, saat Amer disangka membawa bom itu ke konter check-in Etihad di bandara Sydney. 

    "Apakah yang berlangsung dengan agen check-in ?," kata Jenderal Abdallah. 

    "Ia katakan beratnya kebanyakan ... saya tidak paham apakah yang dikerjakan Khaled. Ia pergi serta ambil beberapa barang," jawab Amer. 

    Ia menjelaskan ialah saudaranya yang keluarkan beberapa barang dari tas, bukan ia. 

    "Ia membawa tas saya. Ia membawa troli, saya tidak," kata Amer. 

    "Apa anda lihat alat penggiling daging?" Jenderal Abdallah menanyakan. 

    "Ya. Itu cuma alat penggiling daging," kata Amer Khayat. 

    "Apa kamu menanyakan pada kakakmu kenapa ia kirim penggiling daging di kopermu?" Jenderal Abdallah menanyakan. 

    "Ia katakan itu hadiah," kata Amer. 

    Sidang Amer Khayat di Lebanon akan diteruskan pada 13 Maret

    Fashion

    Beauty

    Travel