Kabarskynews - Banjir bandang serta tanah longsor yang berlangsung di Jayapura, Papua, menelan beberapa puluh korban jiwa. Diluar itu, musibah itu mengakibatkan bangunan serta rumah masyarakat rusak.
Kepala Pusat Data Info serta Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyangka banjir bandang yang berlangsung di Sentani itu dikarenakan oleh rusaknya Pegunungan Cycloop di Jayapura. Pegunungan yang semestinya jadi serapan air justru dirusak serta dibikin jadi permukiman sampai pertanian.
"Rusaknya di Pegunungan Cycloop nyatanya telah berjalan semenjak 2003. Perambahan cagar alam oleh 43.030 jiwa atau 753 keluarga semenjak 2003. Ada pemakaian tempat permukiman serta pertanian tempat kering campur pada DTA (DAS sentani) banjir 2.415 hektare," kata Kepala Pusat Data Info serta Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta,
Polisi akan lakukan audit mendalam dengan menggandeng beberapa pakar untuk menyelidik pemicu berlangsungnya musibah. Polisi akan menyelidik berkaitan pemberian izin pertambangan serta permukiman di lokasi itu.
"Begitu tergantung pada proses penyidikan yang dikerjakan oleh aparat dengan terpadu. Jadi tidak dapat kepolisian berdiri dengan sendiri, kepolisian akan bekerja bersama dengan (dinas) lingkungan hidup, lalu bekerja bersama dengan saksi pakar lingkungan. Jika tersangkut kehutanan dengan (dinas) kehutanan ditempat. Disana dengan mendalam mesti memandang, mesti lakukan audit dengan mendalam, apakah yang menyebabkan berlangsungnya musibah," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo pada wartawan di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
